Dialog tahunan Hak Asasi Manusia Ke-3 antara UE dan Indonesia (02/05/2012)

Siaran Pers

Dialog tahunan Hak Asasi Manusia Ke-3 antara UE dan Indonesia
Menggali nilai-nilai bersama sebagai dasar hubungan

Hari ini (2/5) berlangsung sesi tahunan Dialog Hak Asasi Manusia (HAM) ketiga antara Uni Eropa (UE) dan Indonesia, dipimpin oleh Prof. Dr Harkristuti Harkrisnowo, Direktur Jendral HAM, Kementerian Hukum dan HAM RI, dan Bapak Rolf Timans, Kepala Divisi HAM dari Dinas Luar Negeri UE.

Penghargaan terhadap HAM dan nilai-nilai demokratis ditegaskan dalam Perjanjian Kemitraan dan Kerjasama (PCA) UE-Indonesia yang telah ditandatangani pada tahun 2009. Oleh karena itu, dialog ini merupakan peluang berharga untuk bertukar pandangan mengenai berbagai isu HAM yang menjadi keprihatinan bersama, termasuk aspek non-diskriminasi, penghargaan atas hak kaum minoritas, hak-hak perempuan, kebebasan menyatakan pendapat dan kerjasama melalui program-program bantuan bilateral dan forum internasional utama seperti Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dialog ini telah didahului oleh adanya konsultasi dengan masyarakat sipil/ madani di Jakarta dan Brussels.
 
Bapak Rolf Timans menyatakan: "Pertukaran pandangan secara konstruktif dan terbuka yang menjadi karakteristik Dialog HAM UE-Indonesia mencerminkan nilai-nilai bersama yang menjadi dasar dari hubungan kita. Indonesia dan Uni Eropa secara bertahap membangun hubungan bermanfaat di bidang HAM, didukung oleh proyek-proyek HAM yang sedang berlangsung maupun baru. Baik Indonesia maupun UE menghadapi tantangannya sendiri di bidang HAM – termasuk juga dalam hal memastikan kelompok agama minoritas maupun minoritas lainnya mendapatkan perlindungan hukum dan norma-norma sosial. Dialog HAM merupakan perangkat penting untuk bertukar keahlian dan pengalaman mengenai isu-isu tersebut."