‘Ring the Bell for Gender Equality’ Serukan Pentingnya Kepemimpinan Perempuan untuk Masa Depan yang Setara dan Berkelanjutan

09.03.2022

Memperingati Hari Perempuan Internasional, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, bersama dengan para pimpinan organisasi internasional, perwakilan dari dunia usaha, dan Bursa Efek Indonesia, membunyikan bel untuk kesetaraan gender

Seven people on a stage, behind them a huge screen with a 9-minute countdown and a buzzer

Foto: IBCWE/ Michael Metekohy

 

‘Ring the Bell for Gender Equality’ Serukan Pentingnya Kepemimpinan Perempuan untuk Masa Depan yang Setara dan Berkelanjutan

Memperingati Hari Perempuan Internasional, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, bersama dengan para pimpinan organisasi internasional, perwakilan dari dunia usaha, dan Bursa Efek Indonesia, membunyikan bel untuk kesetaraan gender. Inisiatif ‘Ring the Bell for Gender Equality’ adalah acara membunyikan bel yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan peran kunci perusahaan dalam mempercepat kemajuan kesetaraan gender. ‘Ring the Bell for Gender Equality’ tahun ini mengundang sektor bisnis untuk menyoroti kepemimpinan dan partisipasi penuh perempuan sebagai cara terbaik untuk pulih lebih baik dan lebih kuat pasca COVID-19.

Pandemi COVID-19 memperdalam ketidaksetaraan yang sudah ada sebelumnya dan menyebabkan kemunduran bagi kemajuan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di seluruh dunia. Perempuan kehilangan pekerjaan lebih banyak dibanding laki-laki selama krisis. Tingkat pengangguran terbuka perempuan di Indonesia telah meningkat menjadi 6,5 persen dari 5,2 persen sebelum pandemi, yang merupakan level terendah dalam 5 tahun terakhir; dan usaha mikro, kecil dan menengah yang dimiliki dan dipimpin oleh perempuan terkena dampak negatif akibat pandemi. Perempuan juga melakukan lebih banyak pekerjaan rumah tangga dan perawatan dan pengasuhan tak berbayar. Proyeksi saat ini menunjukkan bahwa kesenjangan gender di bidang ekonomi baru akan tertutup 268 tahun lagi.

Untuk meningkatkan kesadaran mengenai isu tersebut, Indonesia Global Compact Network (IGCN), Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), bersama dengan International Finance Corporation (IFC) dan Bursa Efek Indonesia, dan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women) melalui program WeEmpowerAsia yang didanai Uni Eropa, mengadakan ‘Ring the Bell for Gender Equality’. Inisiatif ini merupakan bagian dari acara pembunyian bel yang dilakukan serentak di 121 bursa efek di seluruh dunia.

Acara ‘Ring the Bell’ yang telah dilaksanakan untuk ketiga kalinya di Indonesia, mengangkat tema ‘Gender Equality Today for Sustainable Tomorrow’ yang merefleksikan diskusi hari ini dan menyerukan aksi bersama untuk mendorong keterwakilan perempuan dalam pemulihan ekonomi pasca COVID-19. ‘Ring the Bell’ tahun ini selaras dengan tema Presidensi G20 Indonesia ‘Pulih Bersama, Bangkit Lebih Hebat’ yang berfokus pada kolaborasi untuk pemulihan pasca pandemi.

Dalam pidato utamanya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi yang lebih kuat antara semua pihak untuk mempercepat kemajuan pemberdayaan perempuan. “Kesetaraan gender di tempat kerja membutuhkan komitmen dari masing-masing perusahaan, oleh karena itu kami sangat mengapresiasi perusahaan-perusahaan di Indonesia yang telah menandatangani prinsip-prinsip pemberdayaan perempuan. Dimana ketidaksetaraan gender yang masih melingkupi kita sifatnya sangat kompleks karena disebabkan budaya patriarki yang sudah berlangsung selama berabad-abad. Untuk itu, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, media maupun masyarakat luas. Kami berharap hadirin di acara ini juga dapat turut mendukung percepatan, pencapaian kesetaraan gender. Momentum Hari Perempuan Internasional ini, kita dobrak kepercayaan lama yang membatasi ruang gerak perempuan melalui aksi nyata dalam segala akses pembangunan.”

“Berinvestasi pada pemberdayaan perempuan dan memastikan partisipasi ekonomi mereka secara penuh, harus dilakukan oleh sektor bisnis dan masyarakat untuk membangun ekonomi yang kuat. Kita tidak dapat mempercepat pemberdayaan ekonomi perempuan, tanpa mengatasi ketidaksetaraan struktural dan diskriminasi,” ujar Thibaut Portevin, Kepala Kerjasama, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia. “Saya mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh perusahaan sebagai mitra dalam mendorong kesetaraan hak, termasuk upaya mereka dalam memajukan kesetaraan dengan menandatangani dan menerapkan Prinsip-Prinsip Pemberdayaan Perempuan (WEPs) dalam operasional bisnis mereka.”

Hingga Maret 2022, terdapat 157 penandatangan WEPs di Indonesia. Ketertarikan dari perusahaan untuk menandatangani dan menerapkan WEPs, panduan bagi perusahaan untuk memberdayakan perempuan dan memajukan kesetaraan gender di tempat kerja, tempat usaha, dan komunitas, telah bertambah secara signifikan sejak dilaksanakannya ‘Ring the Bell for Gender Equality’ pertama di Indonesia pada tahun 2019.

Jamshed M. Kazi, Perwakilan dan Liaison UN Women untuk ASEAN, menekankan pentingnya partisipasi perempuan dalam pemulihan ekonomi. “Perempuan adalah penggerak pertumbuhan ekonomi. Sementara kita berfokus pada pemulihan dari pandemi, kita memiliki kesempatan untuk membangun kembali lebih baik dan lebih cepat dengan belajar dari komitmen dan aksi di masa lalu. Kami percaya bahwa sektor bisnis yang bergabung hari ini akan memanfaatkan peluang yang ada untuk menciptakan perubahan yang berani dan berkelanjutan guna mendorong partisipasi perempuan yang penuh dan setara."

Acara Ring the Bell juga mengundang peserta untuk bergabung dalam Fireside Talk untuk membahas tantangan dan kontribusi ekonomi perempuan serta bagaimana memanfaatkan kesempatan untuk menempatkan perempuan di pusat pemulihan berkelanjutan.

“Kesetaraan gender bukan hanya masalah perempuan. Kita juga perlu mengikutsertakan laki-laki dalam diskusi dan melakukan aksi untuk mencapainya. Dalam budaya yang setara gender, kebutuhan perempuan dan laki-laki harus terpenuhi. Dengan demikian, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 5 tercapai. Sebagai salah satu organisasi terkemuka untuk kesetaraan gender di Indonesia, IBCWE mendorong laki-laki untuk mendukung kesetaraan gender melalui kampanye kami  di tahun 2022, #LelakiTurutSerta.” tutur Maya Juwita, Direktur Eksekutif dari Indonesia Business Coalition for Women's Empowerment (IBCWE) tentang pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, dan agenda G20 di sesi Fireside Talk.

Josephine Satyono, Direktur Eksekutif IGCN mendorong lebih banyak sektor bisnis di Indonesia untuk mengambil langkah transformatif guna menciptakan kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki-laki. “Kesetaraan gender secara intrinsik terkait dengan semua tantangan dalam pembangunan kita, mulai dari hak asasi manusia, perdamaian dan keamanan, hingga pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan keberlanjutan. Buktinya jelas, ketika perempuan berdaya, semua orang merasakan manfaatnya.”

“Memastikan keterlibatan perempuan di meja pengambilan keputusan, bukan hanya hal yang sudah seharusnya dilakukan, tetapi juga hal yang cerdas untuk dilakukan. Partisipasi perempuan dalam kepemimpinan dan agenda iklim membuat perbedaan yang signifikan,” kata Azam Khan, IFC Country Manager untuk Indonesia dan Timor-Leste. “Sebagai mesin pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja dan inovasi, peran sektor swasta sangat diperlukan untuk memajukan pemberdayaan ekonomi perempuan dan pembangunan berkelanjutan.”

Risa E. Rustam, Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia, Bursa Efek Indonesia (IDX), selanjutnya mengajak perusahaan dan dunia usaha di Indonesia untuk membuka jalan menuju kesetaraan gender, “Kami mendorong perusahaan-perusahaan di industri pasar modal untuk terus meningkatkan praktik-praktik baik kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dalam bisnis dengan mengambil tindakan nyata, seperti menerapkan kebijakan yang responsif gender untuk mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan secara substansial menuju bisnis dan masa depan yang lebih berkelanjutan.”

 

###

Tentang UN Women

UN Women merupakan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berdedikasi untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Upaya UN Women didasarkan pada keyakinan dasar bahwa setiap perempuan berhak menjalani hidup yang bebas dari kekerasan, kemiskinan, dan diskriminasi, dan bahwa kesetaraan gender merupakan prasyarat dalam tercapainya pembangunan global. WeEmpowerAsia adalah program UN Women yang didanai dan dilaksanakan melalui kerjasama dengan Uni Eropa, untuk meningkatkan jumlah perempuan yang memimpin dan berpartisipasi dalam bisnis di China, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi http://weempowerasia.org.

Tentang IGCN

Indonesia Global Compact Network (IGCN) merupakan jaringan lokal dari United Nations Global Compact, gerakan berkelanjutan sektor swasta terbesar di dunia. Sebuah inisiatif untuk menggalang dunia usaha, institusi pendidikan, dan lembaga swadaya masyarakat untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dengan melaksanakan Sepuluh Prinsip yang telah diterima secara universal di bidang hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan hidup anti korupsi.

Tentang IBCWE

Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) merupakan koalisi perusahaan yang berkomitmen untuk mempromosikan pemberdayaan ekonomi perempuan dan kesetaraan gender. Misi kami adalah mendukung bisnis untuk mengoptimalkan perannya dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan dan kesetaraan gender. IBCWE terbentuk atas dukungan Pemerintah Australia melalui program Investing in Women.

Tentang IDX

Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah salah satu perusahaan Self-Regulatory Organization (SRO) non-profit di Pasar Modal Indonesia yang menyelenggarakan dan menyediakan jasa bursa efek seperti data dan informasi pasar, peraturan, infrastruktur perdagangan, dan perdagangan efek. BEI beroperasi dibawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagai satu-satunya bursa efek di Indonesia, BEI secara konsisten mengedepankan integritas Pasar Modal Indonesia dan memastikan aktivitas perdagangan efek diselenggarakan secara tertib, teratur, dan efisien. Untuk informasi lebih lanjut bisa mengunjungi www.idx.co.id.

Tentang IFC

IFC—anggota Kelompok Bank Dunia—merupakan lembaga pembangunan global terbesar yang berfokus pada sektor swasta di pasar negara berkembang. Kami bekerja di lebih dari 100 negara, dengan memanfaatkan modal, keahlian, dan pengaruh kami untuk menciptakan pasar dan peluang di negara berkembang. Pada tahun fiskal 2021, kami menginvestasikan US$31,5 miliar pada perusahaan swasta dan lembaga keuangan di negara berkembang, memanfaatkan kekuatan sektor swasta untuk mengakhiri kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kesejahteraan bersama di saat perekonomian berjuang menghadapi dampak dari pandemi COVID-19. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.ifc.org.

Tentang Uni Eropa

Uni Eropa adalah persatuan ekonomi dan politik dari 27 Negara Anggota. Bersama-sama, Uni Eropa telah membangun zona yang stabil, demokratis, dan pembangunan berkelanjutan dengan tetap menjaga keragaman budaya, toleransi, dan kebebasan individu. Pada tahun 2012, Uni Eropa dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian atas upayanya mencapai perdamaian, rekonsiliasi, demokrasi, dan hak asasi manusia di Eropa. Uni Eropa adalah blok perdagangan terbesar di dunia, serta sumber dan tujuan investasi asing langsung terbesar di dunia. Secara kolektif, Uni Eropa dan Negara-negara Anggotanya adalah donor terbesar Bantuan Pembangunan Resmi (ODA), yang menyediakan lebih dari setengah ODA secara global. 27 negara anggota Uni Eropa (dalam urutan protokol) adalah: Belgia, Bulgaria, Republik Ceko, Denmark, Jerman, Estonia, Irlandia, Yunani, Spanyol, Prancis, Kroasia, Italia, Siprus, Latvia, Lituania, Luksemburg, Hongaria, Malta, Belanda, Austria, Polandia, Portugal, Romania, Slovenia, Slovakia, Finlandia, dan Swedia.