Delegasi Uni Eropa kunjungi NTB, jajaki peluang kerjasama investasi dan perdagangan

Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan perwakilan Negara-negara Anggota Uni Eropa mengunjungi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama dua hari untuk bertemu dengan para pelaku usaha di provinsi tersebut, membicarakan peluang perdagangan dan investasi.

 

Delegasi Uni Eropa kunjungi NTB, jajaki peluang kerjasama investasi dan perdagangan

 

Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan perwakilan Negara-negara Anggota Uni Eropa mengunjungi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama dua hari untuk bertemu dengan para pelaku usaha di provinsi tersebut, membicarakan peluang perdagangan dan investasi antara NTB dengan Uni Eropa dan meningkatkan pemahaman mengenai negosiasi Perjanjian Kerjasama Ekonomi Komprehensif (CEPA) Indonesia - Uni Eropa yang tengah berlangsung.

“Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki potensi tinggi di sektor perdagangan dan investasi, terutama terkait ekonomi hijau dan ekonomi digital yang sejalan dengan prioritas Uni Eropa. Terlebih kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika menawarkan peluang besar untuk meningkatkan perekonomian di NTB,” ujar Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kadin NTB), Haji Faurani mengapresiasi kunjungan Kedutaan Besar Uni Eropa ke Provinsi NTB. Ia berharap potensi perdagangan dan investasi di sektor-sektor ekonomi unggulan di Lombok dan Sumbawa dapat tergali dalam pertemuan ini. Lebih lanjut Faurani menjelaskan bahwa NTB dewasa ini menjadi sorotan dunia khususnya di sektor pariwista. Sejak beberapa tahun terakhir ini pariwisata di NTB mengalami kemunduran akibat dari bencana alam gempa bumi dan pandemi Covid-19, namun dengan suksesnya pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terutama keberhasilan pembangunan Sirkut Mandalika dan gelaran event  World Superbike dan MotoGP menjadikan pariwisata NTB mulai menggeliat dan pada akhir tahun 2022 ini juga akan dilaksanakan MXGP di Pulau Sumbawa.

Faurani lebih lanjut  menyatakan, ”Kadin NTB selaku mitra utama Pemerintah Daerah NTB tidak puas sampai di situ karena kita ingin bagaimana supaya sektor perdagangan dengan luar negeri dan investasi tumbuh di NTB. KEK Mandalika dan Destinasi Pariwisata  lainnya seperti Senggigi, Taman Gunung Rinjani, Samota di Pulau Sumbawa dan lain-lain membutuhkan  masuknya investasi dalam dan luar negeri untuk membangun sarana dan prasara yang mendukung pariwisata seperti: perhotelan, residensial, convention, resor, plaza dan pusat perbelanjaan,” imbuhnya. “Dengan bangkitnya pariwisata ini maka akan mengalir permintaan terhadap produk industri kecil dan menengah (IKM) baik untuk  pasar di kawasan wisata maupun untuk pasar ekspor, artinya produk IKM NTB  akan banyak laku dan ini tentu akan meningkatkan kesehteraan masyarakat,” pungkas Faurani.

Pada kunjungan ini, Delegasi Uni Eropa dan KADIN NTB mengadakan diskusi panel dengan topik ‘Kiat Mengakses Pasar Eropa’ dan ‘Peluang Perdagangan dan Investasi NTB – Uni Eropa’ yang dihadiri oleh perwakilan Negara-negara Anggota Uni Eropa di Indonesia, perwakilan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, KADIN NTB, asosiasi dan himpunan pengusaha di NTB, seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan para pelaku usaha di NTB.  Kunjungan ke NTB ini merupakan bagian dari rangkaian Trade & Investment Visit Uni Eropa ke sejumlah provinsi di Indonesia.