Page language:
Indonesian

Empat Peneliti BMKG Bali Raih Penghargaan dari Uni Eropa

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Bapak Vincent Piket, menyerahkan penghargaan European Union (EU) Star Award kepada empat peneliti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Denpasar, Bali, atas penelitiannya yang berkontribusi terhadap pemantauan iklim dan studi kualitas udara.

EU Star Award for BMKG Bali

 

Empat Peneliti BMKG Bali Raih Penghargaan dari Uni Eropa

 

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Bapak Vincent Piket, menyerahkan penghargaan European Union (EU) Star Award kepada empat peneliti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Denpasar, Bali, atas penelitiannya yang berkontribusi terhadap pemantauan iklim dan studi kualitas udara.

Penghargaan EU Star Award diprakasai oleh Delegasi Uni Eropa untuk Organisasi-organisasi Internasional di Wina, Austria, sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi ilmiah dan teknologi paling signifikan, yang relevan dengan Traktat Pelarangan Menyeluruh Uji Coba Senjata Nuklir (Comprehensive Nuclear Test-Ban Treaty/ CTBT). Keputusan penghargaan ini telah diumumkan pada ‘CTBT Science and Technology Conference’ 2021, sebuah acara global dua tahunan yang diselenggarakan oleh Komite Persiapan Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty Organisation (CTBTO), di Wina.

Tim panelis ilmiah dan voting dari peserta telah memilih riset bertajuk ‘Dampak Hari Raya Nyepi dalam Pengukuran Parameter Cuaca di Stasiun Pengamatan Sinoptik di Bali’ dari 700 riset yang berasal dari seluruh dunia. Tim peneliti BMKG terdiri dari I Putu Dedy Pratma, Pande Komang Gede Negara, Putu Eka Tulistiawan dan I Ketut Sudiarta. Hasil penelitian mereka dapat diakses melalui tautan berikut: https://conferences.ctbto.org/event/7/contributions/803

“Sebuah kehormatan bagi saya menyerahkan EU Star Award kepada tim peneliti BMKG Bali yang luar biasa. Penelitian mereka berkontribusi bagi pemantauan iklim  serta memberikan kita gambaran mengenai kualitas udara perkotaan dan bagaimana kita dapat meningkatkannya melalui langkah-langkah efektif. Hal ini juga menunjukkan betapa pentingnya sains dan penelitian dalam menentukan langkah untuk menjawab tantangan terkait isu kesehatan masyarakat, lingkungan hidup dan pertumbuhan yang berkelanjutan,“ ujar Duta Besar Piket. Duta Besar juga menyatakan harapannya agar riset yang telah dilakukan dapat memberikan kontribusi dalam menyusun langkah-langkah peningkatan kualitas udara di kawasan perkotaan demi kesehatan masyarakat dan lingkungan.

“EU Star Award pertama kali diperkenalkan oleh Delegasi Uni Eropa di Wina pada tahun 2013. Saya sangat bangga melihat bagaimana EU Star Award telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan strategis CTBTO, Science and Technology Conference (SnT) yang mempertemukan para ilmuwan dan ahli dari seluruh dunia. Kerjasama Uni Eropa dengan CTBTO merupakan contoh kolaborasi multilateral dalam memperkuat tatanan berbasis aturan internasional. Kami yakin kegiatan terkait sains dan teknologi yang dilakukan baik oleh kami maupun dalam kerja sama yang lebih luas melibatkan komunitas ilmuwan, sangat penting dalam upaya mencapai universalisasi CTBT dan meningkatkan system verifikasi, sejalan dengan tujuan Uni Eropa untuk mencapai non-proliferasi. Oleh karena itu, kami dengan senang hati mengumumkan tim peneliti dari BMKG Bali sebagai pemenang EU Star Award pada SnT Conference 2021,” ujar Bapak Stephan Klement, Duta Besar Uni Eropa untuk Organisasi-organisasi Internasional di Wina, Austria.

Nyepi merupakan tradisi unik yang dikenal dunia dan kemudian menjadi perintis kampanye Earth Hour. Nyepi merupakan bentuk perayaan tahun baru yang dilaksanakan dengan aturan Catur Brata Penyepian. Aturan yang ditaati selama Hari Nyepi mencakup Amati Geni (tidak menyalakan api dan lampu), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang). Namun, ada pengecualian untuk sektor-sektor tertentu yang diperbolehkan beraktivitas tanpa keluar ruangan.

Empat stasiun pengamatan sinoptik BMKG di Bali bekerja 24 jam dalam pemantauan cuaca, iklim, dan gempa bumi variabilitas Nyepi dari tahun ke tahun. Hasil pantauan diangkat menjadi hasil penelitian dari empat peneliti BMKG di Bali. “Dari 700 riset yang mengikuti konferensi, terdapat 17 penelitian dari Indonesia dan 13 diantaranya merupakan riset dari BMKG. Kami berbangga salah satu hasil penelitian kami berhasil meraih EU Star Award. Penghargaan ini merupakan yang pertama bagi Indonesia,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Indonesia melalui BMKG telah bekerja sama dengan CTBTO. Bentuk implementasi dari Kerjasama itu adalah pemasangan 6 stasiun seismik Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty Organization (CTBTO) sejak 2002 silam. “Indonesia merupakan salah satu negara anggota perjanjian non-proliferasi nuklir dan telah menandatangani ratifikasi pelarangan uji coba nuklir bawah tanah. Oleh karena itu, Indonesia berkewajiban ikut melakukan pemantauan uji coba nuklir melalui sistem monitor seismik yang dioperasikan BMKG”, ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

 

EU Star Award for BMKG Bali